Sabtu, 12 Januari 2013

Tips Bernyanyi Nada Tinggi

Sesuai genre band kami, lagu - lagu #The-Skyz# terutama mempergunakan nada - nada yang tinggi. Seringkali ini memaksa saya untuk berlatih menyanyi yang rileks di nada - nada selangit (lebay) tersebut. Jika saya sudah berbagi bagaimana menjaga kualitas pita suara, kali ini saya ingin sharing mengenai bernyanyi di nada tinggi. Trik ini saya dapat dari guru vokal saya, kebetulan saya juga pernah les vokal bersama mas Utoyo di Lyra Kranggan. (Sapa saya ya mas jika baca ini, kontakmu ilang. Mumpung ono niat les neh aq. Wgwgwgwg) Semoga bermanfaat untuk sobat pembaca. 

1. Pemanasan / Vokalisasi Pemanasan sangat penting untuk dilakukan. Pemanasan yang dimaksut tentu bukan sit-up, push-up, apalagi cium lutut saya... =,= Kebugaran tubuh juga penting, tapi bukan itu poinnya. Pemanasan ini tentu pemanasan pita suara. Sesi ini yang paling bikin saya ngos - ngosan waktu les bareng mas Ut. Nada tingginya mesti gak kena c.... T.T Bagaimana pemanasan dilakukan? Cara paling mudah adalah dengan mengulang nada I - II - III - IV - V - IV - III - II - I - V - I dalam berbagai tangga nada dimulai dari C naik sampai yang paling tinggi lalu turun sampai yang paling rendah. Kata yang diucapkan bukan doremi, namun Ma - Ma - Ma atau Mi - Mi - Mi. Seingat saya, nada rendah memakai lafal Ma, sedangkan nada tinggi Mi. (saya agak lupa) Intinya, lafal apapun harus sobat ucapkan dengan jelas dan dengan nada yang tepat.

 2. Pelafalan / Artikulasi yang jelas Nah, sudah saya sebut kan di atas, lafal harus jelas. Tidak hanya lafal pada pemanasan, pelafalan pada lagu juga harus jelas agar nada tinggi selangitpun dapat dicapai. Tanpa pelafalan yang jelas, nada tinggi bisa dicapai namun hanya falseto saja. Pun falseto mungkin hanya kedengaran kumur - kumur gt. Pelafalan menjadi salah satu hal yang penting untuk bernyanyi di nada tinggi (dan semua nada) 

3. Tepat menggunakan teknik nunduk / ngangkat kepala Di sini banyak orang salah kaprah dalam bernyanyi. Nada - nada tinggi cenderung dinyanyikan dengan kepala menengadah sedangkan nada rendah kepala menunduk. Memang logis secara penghayatan. Critanya supaya feelnya dapet gitu. Namun secara teknik, ini kurang tepat. Faktanya, nada tinggi lebih mudah dinyanyikan dengan sedikit menundukkan kepala. Ini karena jika kita menengadahkan kepala, rongga pita suara melebar sehingga nada yang dihasilkan lebih rendah. Nada tinggi semakin sulit dicapai. (Fisika + Kedokteran... >,<) Sobat pembaca semakin mudah mencapai nada tinggi jika sedikit menundukkan kepala, asal ga terlalu menunduk saja. Kebalikannya, nada rendah sulit dicapai dengan menundukkan kepala. Rongga pita suara yang sempit akan menghasilkan nada tinggi. Maka, untuk nada - nada rendah sekali, sedikit tengadahkan kepala sobat pembaca. 

4. Pernafasan Perut untuk Power optimal Power sangat penting untuk bernyanyi di nada tinggi. Ingat Anang bilang apa waktu audisi Jogja kemarin? Siapa yang ngajari kamu teriak gitu...? | Guru vokalku. | ITU SALAHHHHHHHHH!?!?!?! Ya, teriak bukan solusi untuk nada - nada tinggi. Kuncinya adalah di power. Power bisa dicapai dengan memaksimalkan udara di paru - paru sebelum menghembuskannya keluar. Perbesar volume rongga dada (cavum thorax, eits....) sobat pembaca dengan menarik napas via perut, bukan sekedar kontraksi otot pernafasan di dada. Volume lebih besar, hembusan bisa lebih besar, power besar. Dengan power yang besar, nada tinggi bisa lebih aman dinyanyikan tanpa membebani pita suara terlalu banyak. 

5. Tahu kapan memakai Falseto Tadi saya sempat menyinggung falseto. Falseto adalah teknik bernyanyi dengan memakai suara ekstra tinggi kita untuk nada - nada yang hampir tak mungkin dicapai dengan suara biasa. Istilah lainnya kalau tidak salah suara kepala / head voice. Sepintas enak sekali memakai falseto. Nada - nada tinggi dilibas habis. Tapi coba nyanyikan lagu rock dengan full falseto. Jika sobat ngga terlatih, pasti tiba - tiba pusing + pita suara jadi kaya kaku gt. Menurut saya, falseto dipakai untuk memperindah sebuah lagu, bukan untuk dipakai dari awal sampai akhir lagu. Bahkan penyanyi rock pun di awal pasti pakai nada biasa. Selain bikin pusing kalo dipakai terus, falseto cenderung memanjakan kita. Kita merasa sudah bisa nada tinggi sehingga tidak mau berlatih. Pakailah falseto pada tempatnya. 

6. Jiwai lagu yang sedang dinyanyikan Mungkin ini agak aneh, namun menyanyi tanpa ekspresi tidak akan membantu kita mencapai nada tinggi. Menjiwai lagu dan mengerti kisahnya akan membuat gestur kita menyesuaikan dengan nada - nada yang sedang dinyanyikan. Dengan demikian akan memudahkan kita mencapai nada - nada tinggi, sekaligus menyampaikan cerita lagu tersebut pada pendengar. (kayak Indonesian Idol aja neh. Wgwgwgwg) 

7. 3LO: Latihan, Latihan, Latihan, Olahraga Tips penutup sementara saya mengingat - ingat ajaran Master Utoyo. >,< Latihan lagu dengan nada sedikit di atas nada aman kita harus dilakukan secara rutin. Setelah bisa dinyanyikan dengan artikulasi jelas dan power yang maksimal, mulailah meningkatkan nada dasar lagu tersebut. Jika bosan, pakai lagu lain dengan tingkat kesulitan yang sama atau lebih tinggi tentu dengan nada dasar yang sedikit lebih tinggi pula. Latihan akan memperkuat pita suara kita, memperkuat otot perut dan diafragma serta meningkatkan kepekaan kita dalam bernyanyi di nada tinggi. 

Eh, masih ada: Olahraga. Ya, tips general untuk bisa nyanyi dengan baik tentu olahraga, jangan merokok, jangan minum es, jangan makan keripik, dll. Saya angkat satu saya, olahraga. Penting untuk berolahraga terutama untuk penyanyi nada tinggi. Tujuannya memperkuat otot perut serta meningkatkan stabilitas suara kita (pitch control) terutama jika sobat pembaca ingin bernyanyi ala Agnes Monica misalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar